5 Kota Mati Tanpa Penghuni

Jumat, 22 Februari 2013

Kota sebagai tempat tinggal kita, pastinya sudah banyak penghuninya, akan tetapi kota tersebut bisa saja menjadi kota mati, dikarenakan beberapa faktor seperti bencana alam, wabah penyakit, perekonomian yang lemah, perang, dan beberapa faktor lainnya. Sehingga penghuninya ingin meninggalkan kota tersebut dan kota itu menjadi kota mati tanpa penghuni.

Berikut 5 Kota Mati Tanpa Penghuni.

5 Sungai Terpanjang Di Dunia


Sungai merupakan kejadian alam yang terbentuk secara alami oleh alam. Keistimewaan sungai antara lain menyimpan berbgai jenis spesies unik di dalam sungai atau di sekitar sungai.


Dari sekian banyak sungai yang ada di dunia berikut 5 sungai terpanjang di dunia.

1. Sungai Nil


Sungai ini tidak diragukan lagi sebagai sungai terpanjang di dunia yang menempati posisi pertama. Panjang sungai ini sekitar 4180 mil.

Konsep Sepeda Unik Masa Depan

Konsep Sepeda Unik Masa Depan - Sebuah konsep sepeda yang aneh dan unik untuk masa depan. Sepeda unik tanpa jari-jari, bisa dinaiki posisi menyamping dll. Inovasi sepeda terbaru 2010, mulai dari sepeda ampibi raksasa yang aneh hingga sepeda yang bisa dilipat. Beberapa konsep sepeda masa depan ini mengandalkan portabiltas, mudah digunakan, juga yang murah harganya.

Inilah konsep sepeda masa depan terunik dan canggih :


1. Sepeda Ampibi: Di-Cycle
 


Jangan kaget kalo ketemu sepeda model gini lagi liwat trus nyemplung ke kolam atau kali. Ini sepeda memang dirancang untuk bisa dinaiki di darat dan juga di air. Sepeda ini bisa ditemui di Belanda sono, tepatnya di kota Helmond. Dibuat untuk masyarakat di situ agar mudah bertransisi antara perjalanan darat dan air.

2. Sepeda Lipat ‘One’ by Thomas Owen
 

Sepeda lipat ini berpenampilan futuristis dan bisa dilipat menjadi bentuk yang sangat kompak dan kecil. Tujuannya adalah membuat sepeda super-portable untuk mempermudah transport dalam kota. Bingung juga gimana ngelipetnya jadi seperti itu ?

3. Sepeda "Samping"
 

Naik sepeda menghadap ke depan sudah biasa, ini sepeda dinaiki dengan posisi seperti main snowboard, jadi menghadap samping. Punya sebuah tempat duduk dan setang di sisi-sisinya, kata yang bikin -Michael Killian - dari 10 orang, cuma 6 orang yang bisa menguasainya. Ehm, ga usah deh...

4. Sepeda Lipat Rotasi


Sepeda ini didesain oleh Yirong Yang dan full adjustable. Anda bisa rubah-rubah posisi setangnya, sadelnya, dan jarak antara roda depan dan belakangnya. Sepeda ini sekaligus juga bisa digunakan sebagai sepeda roda tunggal dan jangan lupa, bisa dilipat juga.

5. Josef Cadek Locust Bicycle



Lagi-lagi sepeda ini didesain dengan konsep yang sama, sekompak mungkin. Sepeda yang konsepnya dibuat oleh Josef Cadek ini mampu dilipat menjadi frame bulat. Jadi enak kalo ditenteng-tenteng naik kereta atau busway.

6. Hyper Bike by Body Rite
 
Sepeda yang satu ini memang cocok buat suka olahraga. Menaikinya berarti Anda akan melakukan beberapa olahraga sekaligus: panjat tebing, berenang, dan berlari untuk membuatnya bisa bergerak ke depan. Fuih...

7. Sepeda Kayu

Sepeda yang diberi nama "Rennovatia" ini dibuat oleh Jens Eichler, seorang mahasiswa, dari bahan plywood alias triplek. Kebayang beratnya sepeda ini...

8. Eco-Friendly and Adaptable Versabikes


Desain anehnya seperti menggambarkan seseorang dengan tangan dan kakinya. Versabike ini juga full adjustable, bisa diubah-ubah setelannya sesuka hati. Hasilnya tidak hanya untuk orang dewasa saja, bahkan sepeda ini bisa dipake juga oleh anak-anak. Desainnya ramah lingkungan karena dibuat dari bahan yang bisa didaur ulang dan juga ketika sedang dinaiki bisa dibikin melar atau diciutin. Keren...

9. The Shift Bicycle

Lihat desainnya jadi inget sepeda roda tiga jaman dulu. Tapi ternyata roda belakangya yang terangkat membantu keseimbangan saat kecepatan rendah. Roda-rodanya akan bergeser ke dalam ketika anak pertama mencoba menggerakkannya, membuat keseimbangan bergeser bertahap dari sepeda ke anaknya. Cara ini membuat transisi ke sepeda roda dua menjadi sedikit lebih mudah.

10. A-Bike: Sepeda Lipat Terkecil di Dunia

Sepeda ini rodanya kecil sekali, dibuat agar bisa dilipat sekecil mungkin. Beratnya cuma 5,5 kg dan hanya membutuhkan waktu 10 detik untuk melipat dan menyusunnya kembali. Meski rodanya kecil, sepeda ini bisa dinaiki secepat sepeda biasa tanpa harus mengayuhnya leih cepat.

11. Sepeda Minimalis Tanpa Jari-jari
 

Suka yang berbau minimalis? Sepeda Nulla ini cocok buat Anda. Nggak pake rantai, gak ada jari-jari (ruji), sadelnya sangat unik di ujung framenya, rodanya keliatan sedikit ringkih, tapi yang jelas sangat bergaya.

12. Sepeda Roda Kotak

Sulit dipercaya, tapi sepeda ini kalo dipake akan berasa lebih halus dan lebih nyaman dari apa yang dikira. Rahasianya adalah di bentuk jalan dimana rodanya berputar di atasnya. Roda-rodanya menjaga sepeda berjalan di garis lurus dan pada kecepatan konstan selama berjalan bahkan di atas jalan yang tidak rata, yang disebut sebagai "inverted catenary"
 
sumber : http://1000unik.blogspot.com/2012/04/konsep-sepeda-unik-masa-depan.html

cara memasang google translate pada blog

Senin, 18 Februari 2013

Memasang translete pada blog sangat perlu karena mungkin saja ada pengunjung dari negara asing yang nyasar keblog anda, tapi yang harus diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan translate maka blog anda harus menggunakan bahasa yang resmi, bukan bahasa pasaran atau gaul.
Nah caranya ikuti langkah-langkah berikut:
  • Seperti biasa sig in dulu ke blogger.
  • Masuk/ klik tombol layout/ tataletak.
  • Klik tombol elemen halaman/ page elemen=>tambah gadget=>HTML/ Java script
  • Beri nama/ isi titel dengan kalimat translate atau dengan kalimat yang anda sukai. Kemudian  Untuk Tampilan Pertma seperti berikut:
Google Translate Bendera
Copy kode berikut dan paste dikolom HTML/ Java Script.
<style>
.google_translate img {
filter:alpha(opacity=100);
-moz-opacity: 1.0;
opacity: 1.0;
border:0;
}
.google_translate:hover img {
filter:alpha(opacity=30);
-moz-opacity: 0.30;
opacity: 0.30;
border:0;
}
.google_translatextra:hover img {
filter:alpha(opacity=0.30);
-moz-opacity: 0.30;
opacity: 0.30;
border:0;
}
</style>
<div>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="English" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cen&hl=en'); return false;"><img alt="English" border="0" align="absbottom" title="English" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhER2Ft7MTAK2hZhBmzogFTIYktq_CfjIA2G1TGZrEs_ZPxF2WLIhKIBnaEPo4GA4fzooZAjtE8bROn6N-hJSxXXWkllHMR3jXsEBJzNIjVONCyrvrefr0R_olZ3dzv_na2EiKaEqxMq_E/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="French" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cfr&hl=en'); return false;"><img alt="French" border="0" align="absbottom" title="French" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5q7AfhYzY229vFEEDSva5x4rYQxts77gJkeuQkbN3WwY59Y1BB5F67B0gDOF0SQe1p_Oicw7ftLdpz4Mrfr5AKGPPSuz91MOdZz5jPzUZdOAS9JqNqZwCVrUDftgt-d8udJ_zmwSou9E/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="German" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cde&hl=en'); return false;"><img alt="German" border="0" align="absbottom" title="German" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtk1S2bmafrDBsPpXlyUV2ukJK8aiV91LVwzFazYeiyqkfoZNCz_Jk40cjTv1lHG6E55YE6c4HruisIAwXfr0LVibe_5tcn6iC75-Cx6s72kc6Laod8Cs83C6MYfwug8uKsA_WadSnBwyp/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Spain" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Ces&hl=en'); return false;"><img alt="Spain" border="0" align="absbottom" title="Spain" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJmiVqc72kAvwMjmCSXe9UpsFyUBuExhXdfCRpmtojzF4Lzf8rFXAHzN_O_IeGdeTqTvfp_H5t4o-CJ8VdWWMT93lGhMI1HeZ6OJu188hhjpBGDUirx2qviJ48rv2DodT2yj2zIyQ6HqNh/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Italian" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cit&hl=en'); return false;"><img alt="Italian" border="0" align="absbottom" title="Italian" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_pQXFovXczMAasMHgEBWy61K3ezP9F8bZmluBdrwD6ODWzCJNC85jUltGalm3Xkzd6BxVpXh4h8qqbRLGX6Tb_gLNidylE6WSLHN-tofsReTMenUUO1UQ8OOXGbm8ayvQJiGuzg70DvQ/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Dutch" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cnl&hl=en'); return false;"><img alt="Dutch" border="0" align="absbottom" title="Dutch" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAawebv8MD8Pgz9uYm923l9b5MEnAQ4RN6fXwoGpcCkTyhwC7pC3r0yeRdbwFFx4ESG8e55-NEBU-OHFdb0sgS57KnJRWs5HaQpQiMNDO-GZCDKFM0zfuc6cx2gm46VkSFFE9laxJ2_I0/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<br /><br />
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Russian" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cru&hl=en'); return false;"><img alt="Russian" border="0" align="absbottom" title="Russian" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwTfFjMVZh79lcraGcpd5YgMkly7YrMsCid7HAXKOVnB5fQGUAk2yuvhr34GiehcK5D-QLSrhUnRNsb4Izxb5xI5YB6q1AAGdttydr34dGuRpVIiQ32b1REC1QZOfTFs5RfL_xinIJKpI/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Portuguese" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cpt&hl=en'); return false;"><img alt="Portuguese" border="0" align="absbottom" title="Portuguese" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsh6eRJWV-kQxrci8zRbVwgr6iZ6YIArP_f0ypx3lcrSBOugb0XNmwAQQA58VKPw29tgqMKc6v_0C7t1DcdICnY44DZTPByIH3QH3ocEUnPYgtIB6CRaAlgxI5TYU5179APzFp129f2cg/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Japanese" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cja&hl=en'); return false;"><img alt="Japanese" border="0" align="absbottom" title="Japanese" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPnHryqmGIVBt9ln8QBEX-pWdc3bXYw3vfqCRPTYgZWXpELfdhV9MivYlosimaJZY8-eHNSDo8sO8yALm5VsyeB6so7BgcxZYVgzm_Uvrc2MatUkvEZrGRFsvNPCLbdDS14t-Ui9100c-7/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Korean" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cko&hl=en'); return false;"><img alt="Korean" border="0" align="absbottom" title="Korean" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilWyJ7TZBDp-TM9PT_XypGv5woW-mwO1seDyqTFSh3pApg8H0rdgERlYXkGiD700G-0q9kfAXOkL95s8wZ5k9jxMaB-zJvNMDPkZtdn6XHopM3zUqG-MgtY1o4HQfC53_zsNAwV4Y9TXY/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Arabic" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Car&hl=en'); return false;"><img alt="Arabic" border="0" align="absbottom" title="Arabic" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNXTYfm1IOd-P_pMUm0quoPxzIOKvDe2DyZmSaK1LmBe7ZrpS98T82BUtbUwrK_x9hMQFFsIgZfGi9i9_8y6TaQqbA2R3Oa2mvrRe8rKOqEi_ArUwXEeTvdpHtgKC6UOJ7DfQ4Pz0twLs/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Chinese Simplified" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Czh-CN&hl=en'); return false;"><img alt="Chinese Simplified" border="0" align="absbottom" title="Chinese Simplified" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj07qvMYpf8Xp-uvBD2TT8Mb-mf6yVRsxsdMN6nSyusxHaIR3cq4259dzHWNk-AVdU3lvp7RL2cGLbvt3QL14QKESxi4KYSuxRBiC9_tvwqnP-wsNb80WSuhvJtOmwKKa_aRiLhgDK4ZZg/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
</div> <div style="font-size:90%; text-align:right; text-shadow:2px 2px 2px #adadad;"><a href="http://www.tipstrikblogging.com/2009/07/cara-memasang-translate-pada-blog_6889.html" target="_blank" title="Google Translate">Get This Widget</a></div>
Untuk tampilan kedua seperti berikut ini:
Google Translate Bendera
Copy kode berikut dan paste dikolom HTML/ Java Script.
<style>
.google_translate img {
filter:alpha(opacity=100);
-moz-opacity: 1.0;
opacity: 1.0;
border:0;
}
.google_translate:hover img {
filter:alpha(opacity=30);
-moz-opacity: 0.30;
opacity: 0.30;
border:0;
}
.google_translatextra:hover img {
filter:alpha(opacity=0.30);
-moz-opacity: 0.30;
opacity: 0.30;
border:0;
}
</style>
<div>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="English" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cen&hl=en'); return false;"><img alt="English" border="0" align="absbottom" title="English" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhER2Ft7MTAK2hZhBmzogFTIYktq_CfjIA2G1TGZrEs_ZPxF2WLIhKIBnaEPo4GA4fzooZAjtE8bROn6N-hJSxXXWkllHMR3jXsEBJzNIjVONCyrvrefr0R_olZ3dzv_na2EiKaEqxMq_E/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="French" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cfr&hl=en'); return false;"><img alt="French" border="0" align="absbottom" title="French" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5q7AfhYzY229vFEEDSva5x4rYQxts77gJkeuQkbN3WwY59Y1BB5F67B0gDOF0SQe1p_Oicw7ftLdpz4Mrfr5AKGPPSuz91MOdZz5jPzUZdOAS9JqNqZwCVrUDftgt-d8udJ_zmwSou9E/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="German" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cde&hl=en'); return false;"><img alt="German" border="0" align="absbottom" title="German" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtk1S2bmafrDBsPpXlyUV2ukJK8aiV91LVwzFazYeiyqkfoZNCz_Jk40cjTv1lHG6E55YE6c4HruisIAwXfr0LVibe_5tcn6iC75-Cx6s72kc6Laod8Cs83C6MYfwug8uKsA_WadSnBwyp/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Spain" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Ces&hl=en'); return false;"><img alt="Spain" border="0" align="absbottom" title="Spain" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJmiVqc72kAvwMjmCSXe9UpsFyUBuExhXdfCRpmtojzF4Lzf8rFXAHzN_O_IeGdeTqTvfp_H5t4o-CJ8VdWWMT93lGhMI1HeZ6OJu188hhjpBGDUirx2qviJ48rv2DodT2yj2zIyQ6HqNh/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Italian" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cit&hl=en'); return false;"><img alt="Italian" border="0" align="absbottom" title="Italian" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_pQXFovXczMAasMHgEBWy61K3ezP9F8bZmluBdrwD6ODWzCJNC85jUltGalm3Xkzd6BxVpXh4h8qqbRLGX6Tb_gLNidylE6WSLHN-tofsReTMenUUO1UQ8OOXGbm8ayvQJiGuzg70DvQ/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Dutch" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cnl&hl=en'); return false;"><img alt="Dutch" border="0" align="absbottom" title="Dutch" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAawebv8MD8Pgz9uYm923l9b5MEnAQ4RN6fXwoGpcCkTyhwC7pC3r0yeRdbwFFx4ESG8e55-NEBU-OHFdb0sgS57KnJRWs5HaQpQiMNDO-GZCDKFM0zfuc6cx2gm46VkSFFE9laxJ2_I0/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Russian" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cru&hl=en'); return false;"><img alt="Russian" border="0" align="absbottom" title="Russian" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwTfFjMVZh79lcraGcpd5YgMkly7YrMsCid7HAXKOVnB5fQGUAk2yuvhr34GiehcK5D-QLSrhUnRNsb4Izxb5xI5YB6q1AAGdttydr34dGuRpVIiQ32b1REC1QZOfTFs5RfL_xinIJKpI/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Portuguese" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cpt&hl=en'); return false;"><img alt="Portuguese" border="0" align="absbottom" title="Portuguese" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsh6eRJWV-kQxrci8zRbVwgr6iZ6YIArP_f0ypx3lcrSBOugb0XNmwAQQA58VKPw29tgqMKc6v_0C7t1DcdICnY44DZTPByIH3QH3ocEUnPYgtIB6CRaAlgxI5TYU5179APzFp129f2cg/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Japanese" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cja&hl=en'); return false;"><img alt="Japanese" border="0" align="absbottom" title="Japanese" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPnHryqmGIVBt9ln8QBEX-pWdc3bXYw3vfqCRPTYgZWXpELfdhV9MivYlosimaJZY8-eHNSDo8sO8yALm5VsyeB6so7BgcxZYVgzm_Uvrc2MatUkvEZrGRFsvNPCLbdDS14t-Ui9100c-7/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Korean" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cko&hl=en'); return false;"><img alt="Korean" border="0" align="absbottom" title="Korean" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilWyJ7TZBDp-TM9PT_XypGv5woW-mwO1seDyqTFSh3pApg8H0rdgERlYXkGiD700G-0q9kfAXOkL95s8wZ5k9jxMaB-zJvNMDPkZtdn6XHopM3zUqG-MgtY1o4HQfC53_zsNAwV4Y9TXY/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Arabic" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Car&hl=en'); return false;"><img alt="Arabic" border="0" align="absbottom" title="Arabic" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNXTYfm1IOd-P_pMUm0quoPxzIOKvDe2DyZmSaK1LmBe7ZrpS98T82BUtbUwrK_x9hMQFFsIgZfGi9i9_8y6TaQqbA2R3Oa2mvrRe8rKOqEi_ArUwXEeTvdpHtgKC6UOJ7DfQ4Pz0twLs/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Chinese Simplified" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Czh-CN&hl=en'); return false;"><img alt="Chinese Simplified" border="0" align="absbottom" title="Chinese Simplified" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj07qvMYpf8Xp-uvBD2TT8Mb-mf6yVRsxsdMN6nSyusxHaIR3cq4259dzHWNk-AVdU3lvp7RL2cGLbvt3QL14QKESxi4KYSuxRBiC9_tvwqnP-wsNb80WSuhvJtOmwKKa_aRiLhgDK4ZZg/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
</div>
<div style="font-size:90%; text-align:right; text-shadow:2px 2px 2px #adadad;"><a href="http://www.tipstrikblogging.com/2009/07/cara-memasang-translate-pada-blog_6889.html" target="_blank" title="Google Translate">Get This Widget</a></div>
  • Save template anda. Semoga bermanfaat

Cara membuat revolvermaps di blog


Belakangan ini ketika saya sedang berkunjung ke beberapa blog , saya menemukan sesuatu yang unik. Saya melihat ada sebuah widget yang sangat menarik, namanya Revolver Maps. Widget yang menampilkan visitor blog dengan efek 3D dengan tampilan globe yang berputar sepertihalnya bumi. Dan saya pun tertarik untuk memasangnya. Karena efek 3D nya tersebut bisa membuat blog terlihat lebih hidup. Dan akhirnya timbul keinginan saya untuk berbagi info ini, tentang bagaimana cara memasang widget revolver maps kepada para blogger sekalian. 



Langkah Pertama

  1. Masuklah ke situsnya Revolver Maps, klik saja disini Revolver Maps
  2. Kemudian Klik Get Standard Version
  3. Atur Widgetnya sesuai keinginan anda.
  4. Copy kodenya

 Atau bagi anda yang tidak mau repot , bisa copy kode di bawah ini

<script type="text/javascript" src="http://ji.revolvermaps.com/r.js"></script><script type="text/javascript">rm_f1st('0','280','true','false','000000','8z2akiyoa8x','true','ff0000');</script><noscript><applet codebase="http://ri.revolvermaps.com/j" code="core.RE" width="280" height="280" archive="g.jar"><param name="cabbase" value="g.cab" /><param name="r" value="true" /><param name="n" value="false" /><param name="i" value="8z2akiyoa8x" /><param name="m" value="0" /><param name="s" value="280" /><param name="c" value="ff0000" /><param name="v" value="true" /><param name="b" value="000000" /><param name="rfc" value="true" /></applet></noscript><small><a href="http://permathic.blogspot.com/2012/03/cara-memasang-widget-revolver-maps-di.html" target="_blank"> Widget</a></small>

Langkah ke-2

  1. Login ke dasbor blog anda
  2. Pilih Rancangan
  3. Pilih elemen laman
  4. Pilih tambah gadget
  5. Pilih edit Html / java script
  6. Kemudin Paste kan kode tadi
  7. Atur di mana anda mau meletakannya
  8. Simpan
  9. Selesai

Mudah bukan ? Selamat mencoba. Dan buatlah blog anda menjadi lebih hidup dan menarik..
sumber : http://permathic.blogspot.com/2012/03/cara-memasang-widget-revolver-maps-di.html

sejarah majapahit

Selasa, 12 Februari 2013

Sejarah

Pada tahun Isaka 1203 (1281 M) dari negeri Cina datang dua orang putri Raja Ming/Miao Li yang dikenal dengan Mauliwarma Dewa keturunan Thong (Raja Miao Ciang)/Raja Li, Kerajaan Ming artinya Sinar/Surya,wilayah Cina waktu itu Campa/Melayu, Singapura atau Temasek hingga laut Cina Selatan (Nan Hay). Belakangan berhasil di satukan Madjapahit dan Cina di kuasai dinasty Cing/Ming karena Mongol/Khan sudah runtuh, makanya kita disebut bangsa “Indo-Cina” yang jadi cikal bakal bangsa Indonesia.jadi orang yang tinggal di daratan Cina hingga ujung selatan (Melayu) disebut orang Indo-Cina. Daratan Cina ke utara bernama “Mantjupai”. Madjapahit pun simbolnya Surya/Sinar, sedangkan simbol Raja adalah Macan putih. Dua Putri Raja Ming/Miao LI tersebut datang lengkap dengan dayang-dayang, pengawal,para suhu dan lain-lain, kedua putri tersebut adalah “Dara Jingga” dan adiknya “Dara Petak” (Putih), keadatangan Putri Cina ini pada zaman Kerajaan Singhasari yaitu pada masa pemerintahan Sri Kerthanegara/Bathara Siwa tahun isaka 1190-1214 atau tahun (1268-1292 Masehi).
Putri Dara Petak bergelar “Maheswari” diperistri oleh Sri Jayabaya atau Prabu Brawijaya I/Bhre Wijaya/Raden Wijaya, Raja Madjapahit pertama yang juga bergelar “Sri Kertha Rajasa Jaya Wisnu Wardana” pada tahun isaka 1216-1231 atau tahun (1294-1309 Masehi) yang selanjutnya menurunkan Prethi Santana/keturunan bernama “Kala Gemet” yang menjadi Raja Madjapahit kedua pada tahun 1309-1328 M, yang bergelar “Jaya Negara”. Sedangkan Putri Dara Jingga yang bergelar Indreswari atau Li Yu Lan atau Sri Tinuhanengpura (yang dituakan di Pura Singosari dan Madjapahit) diperistri oleh Sri Jayasabha yang bergelar Sri Wilatikta Brahmaraja I atau Hyang Wisesa. Gelar Li adalah dari Raja Tong “Li Ti” (Li Wang Ti) yang mengirim Putri Macan Putih ke Kahuripan, Sri Jayasabha adalah pembesar Singosari dengan pangkat “Maha Menteri”. Putri Dara Jingga dalam lontar dikenal, yang berbunyi: Dara Jingga arabi Dewa Sang Bathara Adwaya Brahma yang selanjutnya menurunkan putra sebanyak enam orang laki-laki yaitu: Sri Cakradara, Arya Dhamar (yang disebut juga dengan Arya Teja alias Kiyayi Nala atau Adityawarman), Arya Kenceng, Arya Kuthawaringin, Arya Sentong dan Arya Pudak yang kemudian menjadi Penguasa/Raja Di Bali [1].
Dilihat dari silsilah (keturunan), Beliau adalah keturunan dari Sri Airlangga, pendiri Kerajaan Kahuripan dan Sri Airlangga adalah putra Sri Udayana Warmadewa, keturunan dari Sri Kesari Warmadewa (Sri Wira Dalem Kesari) raja kerajaan Singhamandawa (Singhadwala) Bali.

sejarah majapahit

Sejarah

Pada tahun Isaka 1203 (1281 M) dari negeri Cina datang dua orang putri Raja Ming/Miao Li yang dikenal dengan Mauliwarma Dewa keturunan Thong (Raja Miao Ciang)/Raja Li, Kerajaan Ming artinya Sinar/Surya,wilayah Cina waktu itu Campa/Melayu, Singapura atau Temasek hingga laut Cina Selatan (Nan Hay). Belakangan berhasil di satukan Madjapahit dan Cina di kuasai dinasty Cing/Ming karena Mongol/Khan sudah runtuh, makanya kita disebut bangsa “Indo-Cina” yang jadi cikal bakal bangsa Indonesia.jadi orang yang tinggal di daratan Cina hingga ujung selatan (Melayu) disebut orang Indo-Cina. Daratan Cina ke utara bernama “Mantjupai”. Madjapahit pun simbolnya Surya/Sinar, sedangkan simbol Raja adalah Macan putih. Dua Putri Raja Ming/Miao LI tersebut datang lengkap dengan dayang-dayang, pengawal,para suhu dan lain-lain, kedua putri tersebut adalah “Dara Jingga” dan adiknya “Dara Petak” (Putih), keadatangan Putri Cina ini pada zaman Kerajaan Singhasari yaitu pada masa pemerintahan Sri Kerthanegara/Bathara Siwa tahun isaka 1190-1214 atau tahun (1268-1292 Masehi).
Putri Dara Petak bergelar “Maheswari” diperistri oleh Sri Jayabaya atau Prabu Brawijaya I/Bhre Wijaya/Raden Wijaya, Raja Madjapahit pertama yang juga bergelar “Sri Kertha Rajasa Jaya Wisnu Wardana” pada tahun isaka 1216-1231 atau tahun (1294-1309 Masehi) yang selanjutnya menurunkan Prethi Santana/keturunan bernama “Kala Gemet” yang menjadi Raja Madjapahit kedua pada tahun 1309-1328 M, yang bergelar “Jaya Negara”. Sedangkan Putri Dara Jingga yang bergelar Indreswari atau Li Yu Lan atau Sri Tinuhanengpura (yang dituakan di Pura Singosari dan Madjapahit) diperistri oleh Sri Jayasabha yang bergelar Sri Wilatikta Brahmaraja I atau Hyang Wisesa. Gelar Li adalah dari Raja Tong “Li Ti” (Li Wang Ti) yang mengirim Putri Macan Putih ke Kahuripan, Sri Jayasabha adalah pembesar Singosari dengan pangkat “Maha Menteri”. Putri Dara Jingga dalam lontar dikenal, yang berbunyi: Dara Jingga arabi Dewa Sang Bathara Adwaya Brahma yang selanjutnya menurunkan putra sebanyak enam orang laki-laki yaitu: Sri Cakradara, Arya Dhamar (yang disebut juga dengan Arya Teja alias Kiyayi Nala atau Adityawarman), Arya Kenceng, Arya Kuthawaringin, Arya Sentong dan Arya Pudak yang kemudian menjadi Penguasa/Raja Di Bali [1].
Dilihat dari silsilah (keturunan), Beliau adalah keturunan dari Sri Airlangga, pendiri Kerajaan Kahuripan dan Sri Airlangga adalah putra Sri Udayana Warmadewa, keturunan dari Sri Kesari Warmadewa (Sri Wira Dalem Kesari) raja kerajaan Singhamandawa (Singhadwala) Bali.

Beberapa Masakan Masakan Khas Indonesia Yang Mendunia

Apabila anda termasuk salah satu orang yang memiliki hoby kuliner atau anda adalah seorang pakar makanan, masakan masakan khas Indonesia tidak akan pernah habisnya untuk dieksplorasi. Karena memang dalam kenyataanya masakan khas Indonesia adalah yang paling banyak ragamnya dibandingkan ragam masakan dari negara manapun.
Keragaman masakan masakan khas Indonesia menjadi salah satu daya tarik bagi turis manca negara untuk mejadikan Indonesia sebagai tempat tujuan wisata mereka. Banyak masakan masakan khas Indonesia yang namanya sudah mendunia, antara lain:
1. Soto
masakan sotoGambar soto Soto merupakan salah satu masakan masakan khas Indonesia yang kini sudah dikenal dunia. Makanan ini yang terbuat dari kaldu daging dan sayuran. Daging yang biasa digunakan adalah daging ayam atau daging sapi. Uniknya lagi, di Indonesia tidak hanya terdapat satu soto saja karena setiap daerah memiliki masakan soto khasnya, seperti soto Betawi untuk daerah Jakarta, soto Bandung, soto Padang, soto Banjar, coto Makasar. Soto juga memiliki nama yang beragam menurut isinya seperti soto ayam, soto babat, soto kambing.
2. Gudeg
masakan gudegGambar gudeg Gudeg termasu masakan masakan khas Indonesia yang berasal dari daerah Jogjakarta. Gudeg terbuat dari nangka muda yang dimasak dengn santan kelapa. Perlu anda tahu, masakan yang satu ini sangat diminati oleh wisatawan yang datang ke kota Jogjakarta.
3. Sate
sateGambar sate Sate adalah makanan dengan bahan daasar daging yang dipotong kecil-kecil dan ditusukkan pada bambu serta dibakar di atas bara api. Sate disajikan bersama bumbu khasnya berupa saus yang berasal dari sambal kacang ditambah dengan kecap. Kemudian sate dapat anda santap dengan nasi hangat atau lontong sesuaikan dengan selera anda.
4. Bakso
baksoGambar bakso Bakso merupakan makanan yang juga berasal dari bahan dasar daging, bedanya pada bakso ditambah dengan tepung kemudian dibentuk seperti bola. Bakso biasanya dibuat dengan campuran daging sapi giling dengan tapioka dan disajikan bersama kuah khasnya. Daerah yang terkenal dengan masakan masakan khas Indonesia berupa bakso adalah daerah Solo dan Malang. Namun, di luar daerah itupun anda dapat dengan mudah menemukan bakso karena kini sudah tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan kekayaan kuliner di Indonesia selain yang disebuykan di atas seperti batagor, mushroom food, nasi timbel khas Indonesia dengan beribu masakan masakan khas Indonesia di masing-masing daerah akan mampu menjadi negara tujuan wisata kuliner sejati.

sumber : http://spesialmedia.com/resep-masakan-kue/beberapa-masakan-masakan-khas-indonesia-yang-merakyat/

makna dari sebuah lukisan

RumahCom – Budaya Cina memang kaya dengan simbolisme. Setiap aspek kehidupan di Negeri Tirai Bambu itu mempunyai sederet simbol. Berbagai binatang, seperti kuda, bangau, pohon bambu, atau ikan koi, dalam kajian seni rupa Cina juga mewakili simbol-simbol tertentu.

Sejak dulu, bangsa Cina membuat lukisan untuk mengekspresikan gagasan dan merupakan satu bentuk bahasa untuk mengekspresikan harapan, keyakinan, dan bahkan untuk menyampaikan doa. Lukisan yang menampilkan simbol-simbol yang baik, dianggap bisa meningkatkan keberuntungan. Selain itu, ada juga lukisan yang mampu memengaruhi psikologi seseorang jika memandangnya.

Di dalam masyarakat Cina yang masih fanatik dengan aturan fengsui, orang tidak akan sembarangan memasang lukisan di dalam sebuah ruangan. Mereka biasanya berusaha mengetahui tata aturan memasang lukisan.

Hal ini ada baiknya juga kita pelajari, sehingga kita bisa meletakkan lukisan yang tepat di tempat yang tepat pula. Dengan demikian, lukisan tidak hanya bisa menghias, tetapi juga mampu menghidupkan suasana di sebuah ruangan.

Sesuaikan dengan Astrologi KelahiranKonsultan dan Pengamat Fengsui, Mas Dian, mengatakan, sebelum memasang sebuah lukisan, sebaiknya orang mengerti dahulu makna lukisan atau simbol-simbol yang ada di dalamnya. Selain itu, elemen warna pada lukisan juga berpengaruh, karena berhubungan dengan pribadi pemilik rumah, disesuaikan dengan lambang atau astrologi kelahiran (chiu). Misalnya, orang yang lahir pada tahun 1954 (ber-shio kuda), sebaiknya memasang patung kuda di meja atau lukisan kuda di belakang meja kerjanya.

Lukisan kuda, menurut Mas Dian, memiliki makna segera menjadi berhasil, atau dalam bahasa Cina-nya Ma Mao Kung (Ma= kuda, Mao= datang, Kung= berhasil). Akan tetapi, cara memasang lukisan tersebut pun tidak boleh sembarangan. Agar rezeki atau keberhasilan masuk ke rumah, arah hadap kuda di dalam lukisan tersebut harus menghadap ke dalam rumah.

“Biasanya orang memasang lukisan gambar kuda yang sedang berlari. Jika memasang kuda yang sedang berlari keluar rumah, rezeki juga bisa ikut lari keluar,” kata Mas Dian.

Jika memasang lukisan dengan gambar-gambar yang berkaitan dengan shio, penempatannya mesti dicocokkan dengan hitungan fengsui. Menurut Mas Dian, orang kelahiran tahun 1962 (ber-shio macan) tidak diperbolehkan memasang lukisan shio yang bertentangan dengan shio-nya (ciong), seperti lukisan monyet atau ular.

Begitu juga sebaliknya, orang bershio monyet dan ular lebih baik tidak menaruh lukisan bergambar macan, singa, dan kucing. “Ini masalah simbolisasi dalam lukisan. Sebaiknya, elemen kelahiran dipasang di kantor masing-masing mengikuti shio yang bersangkutan,” ujar Mas Dian. Kalau elemen lukisan tidak cocok dengan shio seseorang, tambah Mas Dian, hal itu bisa mendatangkan ketidakharmonisan.

Lukisan Pembawa Kemakmuran
Selain lukisan yang bergambar shio kelahiran, ada beberapa lukisan pemandangan, yang menurut fengsui, melambangkan kemakmuran, seperti lukisan gunung, sawah, orang yang sedang memanen, dan sungai. Menurut Mas Dian, dengan memasang lukisan orang yang sedang memanen, diharapkan si pemilik lukisan akan memperoleh “panen” rezeki sepanjang tahun.

Di sisi lain, lukisan gambar pohon cemara dengan burung bangau juga memiliki arti kemakmuran. Lukisan cemara melambangkan tanaman berumur panjang, tahan cuaca, dan kuat, sementara burung bangau melambangkan panjang umur. Simbol kemakmuran pun bisa diwakili oleh lukisan air terjun. “Tetapi bukan berarti orang yang memasang lukisan tersebut selalu bisa menjadi kaya,” ujar Mas Dian.

sumber : http://www.rumah.com/berita-properti/2012/5/980/lukisan-tak-sekadar-penghias-dinding

Renungan untuk Bumi

Jumat, 25 Januari 2013


 Hari ini bumi yang kita cintai ini tidak lagi menjadi tempat yang nyaman untuk dihuni. Manusia menjadikannya arena kompetisi, berlomba saling ingin menjadi nomor satu, menjadi paling hebat, paling kaya, paling terhormat, paling populer, paling berkuasa hingga mereka menjadi gila. Kegilaan ini tercermin dari prilaku dan tindakan mereka yang tidak lagi memfungsikan hati nurani tapi terjebak dalam kendali hawa nafsu. Demi mewujudkan hasrat gilanya, manusia harus mengalahkan pesaing-pesaingnya agar bisa memegang kendali dibumi ini dengan membenarkan segala cara. Saling sikut, saling jebak, saling fitnah bahkan saling membinasakan. Setelah sumbu kendali ada ditangannya, tindakan selanjutnya adalah mengeksploitasi alam semau mereka, layaknya alam ini adalah otoritas mereka. Hasil-hasil dibumi dikeruk tanpa mempertimbangkan dampak buruk bagi bumi sendiri. Sumber-sumber energi diserap dengan menyisakan tumpukan residue yang menggangu kestabilan siklus alam, tidak puas dengan itu semua penghuni bumi lain juga diburu untuk dijadikan santapan dan bahkan hanya untuk dijadikan permainan serta asesoris untuk melengkapi gaya hidup hura-hura mereka, akibatnya terjadi ketidak seimbangan alam.
Hal ini berlangsung sejak manusia merasa menjadi lebih pintar bahkan menganggap kepintaran mereka sebagai prestasi yang layaknya mendapat pujian dan penghargaan karena merasa telah menghasilkan cara ataupun produk yang memberikan kemudahan bagi segelintir species bumi tapi tidak untuk species lain. Cara dan produk baru terus dikembangkan hingga mereka terlena dan larut akibatnya melupakan tugas dan tanggung jawab mereka yang telah diamanatkan oleh Yang Maha Mengatur sebagai Leader di bumi . Sebagai leader yang justru mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak sesuai dengan garisan yang telah ditetapkan oleh Yang Maha Bijaksana. Kepintaran yang dianugrahkan oleh Yang Maha Berilmu tanpa disadari oleh manusia sudah mengalami konversi menjadi sebuah kebodohan. Bagaimana tidak segala komponen didalam bumi yang diperuntukan untuk bertahan selama tinggal dibumi tentunya dengan prinsip simbiosis mutualisme tidak lagi berjalan sebagaimana mestinnya. Wujud kebodohan prilaku manusia ini hari ini bisa kita rasakan. Pemanasan global yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim yang ekstrim, putusnya rantai makanan yang menyebabkan sejumlah spesies yang punah dan spesies tertentu berkembang biak dengan pesat sehingga menjadi hama dan perusak. Bencana beruntun yang datang baik oleh alam sendiri ataupun oleh tangan manusia seperti tidak memberikan rehat bagi penghuni bumi untuk menjalankan ritual kedukaan dan membenahi segala yang telah hancur Dan tentunya banyak lagi dampak lain yang cepat atau lambat akan menyusul.

Jadikan Brown menjadi Green

Pernah liat air banjir yang membawa lumpur?tentu sudah pasti tahu dong warnanya? Ya benar, warna coklat yang begitu melekat, membuat pemandangan mata kita jadi seakan jorok yang luar biasa. Banjir yang menggenangi sebagian wilayah Kota Jakarta pekan lalu, membuat saya ingat akan kampung halaman saya dulu, dimana saat itu terjadi banjir besar dengan air yang membawa material lumpur menggenangi rumah dan membuat tanaman pangan seperti padi, jagung, dan sejenisnya menjadi gagal panen.Semua pohon di taman kecil rumahku mati, layu karena kadar air yang mengandung lumpur menggenanginya,Tapi dengan adanya pohon-pohon tersebut, banjir begitu cepat berlalu, semua air terserap akar-akar pohon yang mampu memberikan kesuburan tanah,berawal dari kejadian tersebut sudah bisa diambil kesimpulan bahwa manfaat pohon begitu besar terhadap lingkungan, Mulai saat itu, keluargaku menerapkan prinsip, jadikan Brown menjadi Green, Pasca banjir kami sekeluarga selalu menanam kembali pohon-pohon yang sudah mati akibat banjir, karena kami percaya penyerapan air akan bagus dengan adanya pepohonan hijau di sekitar kita, udara akan terasa lebih segar dengan segala aktifitas burung pagi pemberi semangat. Mari jadikan Jakarta Jakarta yang Brown karena banjir menjadi Green yang sejuk dan bisa membebaskan ribuan orang dari polusi yang sangat berdampak negatif buat kehidupan. Berikan sedikit Lahan untuk dijadikan taman, dimana kita bisa refresing untuk menghilangkan rutinitas, dan agar tanah indonesia, tanah jakarta tidak mengalami hilang fungsinya sebagai bumi pertiwi yang damai.

sumber : http://green.kompasiana.com/penghijauan/2013/01/24/jadikan-brown-menjadi-green-528316.html

Menikmati Teh Terbaik Dari Perkebunan Teh Terluas di Dunia


1359103608611585125
Foto : http://ochypraminto.blogspot.com/2011/05/indahnya-kayu-aro-city.html
Tahukah Anda, bahwa perkebunan teh terluas di dunia ada di Indonesia, dan produksi teh dari kebun tersebut diakui sebagai teh dengan cita rasa terbaik di dunia? Perkebunan tersebut adalah Perkebunan Teh Kayu Aro, yang terletak di kaki Gunung Kerinci, Sungai Penuh, Provinsi Jambi.
Sejarah perkebunan Teh Kayu Aro tidak lepas dari sejarah perkembangan teh di Indonesia. Perkebunan ini pertama kali dibuka pada tahun 1925 oleh perusahaan Belanda NV HVA (Namblodse Venotschhaaf Handle Vereniging Amsterdam). Pohon teh pertama di perkebunan ini ditanam pada tahun 1929, dan pabrik teh pertama di Kayu Aro berdiri pada tahun 1932, dengan kapasitas produksi 90 ton pucuk teh per hari. Saat ini Perkebunan Teh Kayu Aro berada di bawah pengelolaan PT Perkebunan Nusantara VI.

PS4 Akan Segera Dirilis

SolusiHp.com - Saat ini telah beredar kabar bahwa  peluncuran konsol gim (game) PlayStation 4 (PS4) akan terus berganti, karena sebelumnya setelah dikabarkan bahwa konsol gim (game) ini akan dihadirkan pada  Maret, mendatang.Vice President Sony Home Entertainment Hiroshi Sakamoto mengatakan konsol generasi berikutnya mungkin akan datang sebulan sebelum E3.
Bahkan dengan beredarnya kabar mengenai kehadiran konsol gim (game)  Sakamoto menegaskan, "Itu masih jadi rahasia. Namun teman kami sedang menyiapkan Sony PlayStation. Saya hanya dapat mengatakan kami fokus pada acara gim E3 yang dijadwalkan Juni. Pengumuman mungkin disampaikan pada saat itu atau bahkan lebih cepat, di bulan Mei."

Namun sebelumnya PS4 disebutkan akan dirilis pada Maret 2013 bersamaan dengan Xbox 720 di acara Games Developers Conference.[t]

sumber : http://mobile.solusihp.com/testimony/aksesoris/artikel/ps4-akan-segera-dirilis

Subhanallah, Inilah Manfaat Hebat Alis

Rabu, 23 Januari 2013


 


 Tuhan memang menciptakan manusia dengan bentuk sempurna. Setiap bagian tubuh menambah kesempurnaan sekaligus punya fungsinya.
Alis mata dimiliki oleh manusia dan sebagian besar mamalia. Selama ini, alis mata selalu menjadi perhatian bila berhubungan dengan kecantikan. Bagian ini menjadi penting untuk penampilan, maka tak heran alis ikut jadi objek riasan untuk memperindah tampilan wajah.
Selain penampilan, sebenarnya fungsi alis juga untuk menahan aliran air dan keringat agar tidak langsung mengenai mata. Coba perhatikan, alis mata yang ditumbuhi bulu-bulu halus dan berbaris rapi letaknya pada bagian yang sedikit menonjol di atas mata.
Karena itulah setiap kamu berkeringat, lelehan keringat yang mengucur dari kepala, meluncur ke dahi, dan akan tertahan di alis mata. Bila kita tak punya alis, bisa bayangkan sendiri, keringat akan langsung menetes ke mata dan membuat mata kita perih. Bahkan, tak bisa melihat jelas karena kuyup oleh keringat.
Anehnya, pada beberapa orang ada yang alis matanya dicukur habis. Ada yang karena tuntutan gaya (fashion) dan ada pula karena kepercayaan tertentu. Tak terbayangkan, orang-orang tersebut biasanya tak boleh banyak berkeringat, kecuali selalu menyeka keringat di dahi mereka agar mata tak kelilipan.
Padahal alis mata selain berfungsi sebagai kesempurnaan wajah dan penahan keringat, juga sebagai alat pendeteksi. Ya, alis mata menambah kepekaan pada kulit untuk merasakan objek asing yang berada di dekat mata. Contohnya serangga, debu dan kotoran. Kalau kita tak punya alis mata, tak ada lagi 'radar' buat mata kita.
Alis secara psikologis juga menjadi pembentuk karakter wajah. Maksudnya, kita akan tahu kapan seseorang sedang marah, sedih, atau senang terlihat dari bentuk alisnya. Bagi orang yang berkecimpung di dunia gambar pasti harus belajar menggambar wajah dengan beragam ekspresi.
Banyak kan fungsi alis mata? Nah, kita semakin mengerti ya betapa hebatnya Tuhan membentuk manusia dengan detail dan penuh perhitungan.